MERAWAT RELASI KELUARGA

MERAWAT RELASI KELUARGA

1 Petrus 3:1-4

Lagu tema sinetron Keluarga Cemara

Lagu tema sinetron Keluarga Cemara
Lirik: Arswendo Atmowiloto
Lagu: Harry Tjahjono
Arr: Nana Master

Harta yang paling berharga, adalah keluarga Istana yang paling indah, adalah…Keluarga
Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga Mutiara tiada tara, adalah … Keluarga

Untitled-1Pendahuluan
Surat Petrus ini ditujukan kepada para pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia kecil dan Bitinia. Kata pendatang (Yun : Parepidemo) artinya tersebar (Yun : Diaspora), untuk menunjukkan persebaran orang-orang Yahudi yang tinggal di daerah bukan Yahudi dalam hal ini orang kristen yahudi yang tersebar di luar Palestina. Mereka kerap disebut pendatang atau perantau.

Tema-tema utama dalam surat ini adalah iman, kerendahan hati, dan sukacita dalam penderitaan sebab jemaat mengalami tekanan dari kekaisaran Romawi yang berkuasa saat itu, sehingga mereka diharapkan meneladani jejak-jejak Kristus sebagai identitas baru mereka. Hidup saling menolong baik dalam keluarga maupun jemaat dan masyarakat adalah wujud iman kristenan.

Telaah Teks
Ay. 1-2 : Penulis mengingatkan jemaat perdana bahwa keteladanan hidup jemaat juga dinampakkan dalam relasi suami-istri dikala berhadapan dengan permasalahan hidup. Perkawinan seyogianya dirawat dan dipertahankan sekalipun penuh dengan persoalan (yang digambarkan dengan suami yang tidak taat kepada Firman). Tunduk yang dimaksudkan oleh penulis bukanlah asal tunduk, tetapi sebuah sikap hormat atas perkawinan yang diinisiasi Allah dan dirawat serta dipertahankan oleh pihak-pihak terkait dalam keluarga dalam situasi apapun.

 Ay.3-4 : Perhiasan lahiriah disadari menjadi sesuatu yang penting juga pada zaman itu, tetapi penulis menawarkan pendekatan yang lain, yaitu menekankan pada perhiasan batiniah, yang walaupun tidak nampak (tersembunyi), namun kekal karena berasal dari Allah dan berharga di mata Allah serta melahirkan roh yang lemah lembut dan tentram. Penulis memaparkan kekuatan dalam kelembutan yang diwujudkan dalam sikap hormat dan hidup seturut dengan kehendak Allah dapat memenangkan suami yang belum percaya.

Relevansi

  1. Berhadapan dengan persoalan-persoalan yang bersentuhan langsung dengan keluarga (khususnya keluarga kristen) belakangan ini menunjukkan banyaknya anggota keluarga yang gagap dan gugup menghadapinya. Hal itu menyebabkan kecenderungan keluarga yang keliru dalam mengambil langkah misalnya dengan menghidupi kekerasan, mencari kesenangan sendiri bahkan bercerai.
    Hal itu disebabkan banyak keluarga keliru dalam mendudukkan makna kehadiran Tuhan Yesus dalam keluarga yaitu sebagai inisiator terbentuknya keluarga kristen. Sehingga karakter hidup Yesus yang menjadi model hidup anggota keluarga (khususnya suami-istri) : sabar, tekun, terbuka, setia dan penuh kasih.
  2. Istri sebagai penolong bicara dalam fungsi dan bukan inferioritas, perempuan diciptakan dengan kelembutan dan keluwesan dalam mengelola masalah-masalah yang dihadapi sehingga dapat bersinergi dengan suami dan anggota keluarga yang lain, bukan karena paksaan tetapi karena ketaatan kepada Firman Tuhan.

JADILAH PEMENANG HIDUP YANG BENAR 1 Tim 6

Gallery

Latar Belakang
  • Surat Timotius digolongkan sebagai surat pastoral. Disebut sebagai surat Pastoral karena berisi petunjuk mengenai bagaimana jemaat Tuhan harus digembalakan. Surat ini ditulis tidak kepada jemaat-jemaat sebagaimana layaknya surat Rasul Paulus lainnya, namun Surat-surat Pastoral ini dituliskan kepada dua orang Kristen muda, yaitu Timotius yang ada di Efesus dan kepada Titus yang ada di Pulau Kreta.
  • Timotius merupakan asisten sekaligus mitra kerja Paulus dalam memberitakan Injil.
  • Surat kepada Timotius ini berisi petunjuk-petunjuk tentang bagaimana menata jemaat-jemaat dan melawan ajaran sesat. Paulus sedang menyiapkan Timotius untuk mengambil alih tugas dari padanya sebagai generasi penerus tradisi dan kekayaan gereja.
  • Surat Paulus kepada Timotius memberi gambaran mengenai gereja dengan perkembangan organisasi gerejawi yang demikian baik. Di sana ada penatua, penilik jemaat dan diaken. Di sini jelas adanya struktur gereja yang rinci.
  • Selain itu, jemaat di Efesus juga mengalami tekanan-tekanan dari para penguasa. Kekristenan mengalami penganiayaan yang luar biasa dari penguasa.

Telaah Perikop

  • Ayat 11-12: Paulus menyebut Timotius sebagai , “Manusia Allah”. Itu adalah kata yang luar biasa. Dalam Perjanjian Lama gelar ini diberikan untuk para nabi, namun, dalam Perjanjian Baru, hanya Timotius yang dipanggil dengan sebutan ini.
  • Apa yang harus dilakukan oleh seorang “manusia Allah”?. Ada tiga kata kerja penting di sini yang menandai apa yang dikatakan Paulus. Timotius harus melakukan: Pertama, “menjauhi semua ini”; kedua, “mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”; dan ketiga, “Bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal”.
  • Ayat 13-16: Berisi nasehat penguatan Paulus kepada Timotius.  Pertama, Allah adalah Pemberi kehidupan. Karena Tuhan sebagai pemberi kehidupan maka dalam menghadapi tantangan dalam pelayanan, Tuhan akan selalu memberi semangat baru, vitalitas baru dan kekuatan.
  • Kedua, Paulus mengingatkan Timotius bahwa, meskipun Yesus dihukum mati dalam kelemahan, dia akan datang kembali sebagai Tuhan atas kehidupan, fokus dari semua sejarah. Keyakinan iman seperti itu menjadi pedoman yang harus tertanam dalam kehidupan Timotius dan setiap orang percaya bahwa Tuhan penguasa kehidupan kita. Tidak ada suatu kuasa dan kekuatan apapun di dunia ini yang sanggup menghalangi maksud dan rencana Tuhan bagi dunia ini.
  • Ayat 17-21: Berisikan tugas kepada Timotius untuk memperingatkan orang kaya (orang yang mempertuhankan kekayaan duniawi) untuk hidup mengandalkan Tuhan dan merubah paradigma sikap dan pikiran mereka tentang hal-hal duniawi. Dimata Tuhan seorang Kristen harus menjadi kaya dalam kebajikan. Kekayaan seperti itulah yang akan menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Juga peringatan agar menjaga kekudusan hidup dengan menghindari pembicaraan yang tidak memuliakan Tuhan dan dapat merusak kehidupan persekutuan anak2 Tuhan.

 Relevansi

  1. Gereja selalu diperhadapkan dengan pelbagai tantangan. Pengalaman Jemaat-jemaat GPIB bercerita tentang realitas tersebut. Tantangan dari luar dan juga dari dalam.
  2. Sama seperti Timotius, Kitapun dipanggil dan diutus oleh Kristus, Kepala Gereja untuk tidak berhenti melayani dan bersaksi di dunia, dimana Tuhan menempatkan kita walau di tengah tantangan.
  3. Ketiga kata kerja pada ayat 11 dan 12 harus menjadi aktifitas kehidupan sehari-hari kita (sebagai gereja/ orang percaya masa kini):
    1. “Menjauhi semua ini”
    2.  “Mengejar” keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”
    3. “Bertanding dalam pertandingan iman yang benar”.
  4. Salah satu ciri kehidupan orang beriman adalah kaya dalam kebajikan untuk menjadi berkat di tengah keluarga dan masyarakat.
  5. Isi dari percakapan orang beriman adalah kebenaran tentang Tuhan dan selalu berusaha menghindari percakapan yang merusak kemuliaan Tuhan dan mendatangkan perpecahan dalam kehidupan anak-anak Tuhan.

 

Selamat Menjadi Pemenang Hidup Yang Benar