Dalam Kebersamaan dan PKP ke 52 Thn

Gallery

Dalam rangka merayakan hari jadi Persekutuan Kaum Perempuan yang ke 52 tahun, PelKat PKP GPIB Jemaat Galilea Bekasi mengadakan Seminar sehari, yang bertemakan, “Tantangan Keluarga Kristen Menyikapi Gaya Hidup Hedonisme”. Tema ini dibawakan oleh seorang pakar pendidikan dan Psikolog Anak dan Remaja, Ibu Michiko Mamesah. Beliau adalah seorang Dosen Universitas Negeri Jakarta dari  1989 – sekarang dengan Program Studi: Bimbingan Konseling – & – Konselor Anak dan Remaja. Seminar ini melibatkan semua bidang PelKat dimulai Teruna, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu dan kaum Lansia.

Sekalipun cuaca kurang mendukung acara ini berjalan dengan baik dan cukup anthusias diterima, terlihat dari yang menghadiri seminar. Seminar terbangun dari dua bagian penjabaran materi dan diikuti kemudian dengan diskusi yang hidup.

Ibu Michiko membawakan materinya dengan ringan dan sangat menyenangkan, tanpa menghilangkan unsur-unsur penting yang urgensi dan perlu diperhatikan. Materi yang cukup serius dan memprihatinkan, membuat peserta seminar sungguh memahami era dimana kita hidup sekarang. Era yang berbahaya bagi kehidupan rohani orang-orang Kristen bila tidak disikapi dengan benar, Era kehidupan Hedonisme, era dimana sebuah generasi dapat terlena dan terhilang. Generasi yang kehilangan unsur-unsur kepekaan dan kasih Yesus.

Kali ini Ulang Tahun PKP yang ke 52 agak sedikit berbeda dari yang sudah-sudah. Tetapi sungguh dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga. karena fokus program memang ditujukan bagi kebangunan sumber daya insani Kristen yang berintegritas.

[photo_gallery_wp id=”2″]

JADILAH PEMENANG HIDUP YANG BENAR 1 Tim 6

Gallery

Latar Belakang
  • Surat Timotius digolongkan sebagai surat pastoral. Disebut sebagai surat Pastoral karena berisi petunjuk mengenai bagaimana jemaat Tuhan harus digembalakan. Surat ini ditulis tidak kepada jemaat-jemaat sebagaimana layaknya surat Rasul Paulus lainnya, namun Surat-surat Pastoral ini dituliskan kepada dua orang Kristen muda, yaitu Timotius yang ada di Efesus dan kepada Titus yang ada di Pulau Kreta.
  • Timotius merupakan asisten sekaligus mitra kerja Paulus dalam memberitakan Injil.
  • Surat kepada Timotius ini berisi petunjuk-petunjuk tentang bagaimana menata jemaat-jemaat dan melawan ajaran sesat. Paulus sedang menyiapkan Timotius untuk mengambil alih tugas dari padanya sebagai generasi penerus tradisi dan kekayaan gereja.
  • Surat Paulus kepada Timotius memberi gambaran mengenai gereja dengan perkembangan organisasi gerejawi yang demikian baik. Di sana ada penatua, penilik jemaat dan diaken. Di sini jelas adanya struktur gereja yang rinci.
  • Selain itu, jemaat di Efesus juga mengalami tekanan-tekanan dari para penguasa. Kekristenan mengalami penganiayaan yang luar biasa dari penguasa.

Telaah Perikop

  • Ayat 11-12: Paulus menyebut Timotius sebagai , “Manusia Allah”. Itu adalah kata yang luar biasa. Dalam Perjanjian Lama gelar ini diberikan untuk para nabi, namun, dalam Perjanjian Baru, hanya Timotius yang dipanggil dengan sebutan ini.
  • Apa yang harus dilakukan oleh seorang “manusia Allah”?. Ada tiga kata kerja penting di sini yang menandai apa yang dikatakan Paulus. Timotius harus melakukan: Pertama, “menjauhi semua ini”; kedua, “mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”; dan ketiga, “Bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal”.
  • Ayat 13-16: Berisi nasehat penguatan Paulus kepada Timotius.  Pertama, Allah adalah Pemberi kehidupan. Karena Tuhan sebagai pemberi kehidupan maka dalam menghadapi tantangan dalam pelayanan, Tuhan akan selalu memberi semangat baru, vitalitas baru dan kekuatan.
  • Kedua, Paulus mengingatkan Timotius bahwa, meskipun Yesus dihukum mati dalam kelemahan, dia akan datang kembali sebagai Tuhan atas kehidupan, fokus dari semua sejarah. Keyakinan iman seperti itu menjadi pedoman yang harus tertanam dalam kehidupan Timotius dan setiap orang percaya bahwa Tuhan penguasa kehidupan kita. Tidak ada suatu kuasa dan kekuatan apapun di dunia ini yang sanggup menghalangi maksud dan rencana Tuhan bagi dunia ini.
  • Ayat 17-21: Berisikan tugas kepada Timotius untuk memperingatkan orang kaya (orang yang mempertuhankan kekayaan duniawi) untuk hidup mengandalkan Tuhan dan merubah paradigma sikap dan pikiran mereka tentang hal-hal duniawi. Dimata Tuhan seorang Kristen harus menjadi kaya dalam kebajikan. Kekayaan seperti itulah yang akan menjadi berkat bagi banyak orang.
  • Juga peringatan agar menjaga kekudusan hidup dengan menghindari pembicaraan yang tidak memuliakan Tuhan dan dapat merusak kehidupan persekutuan anak2 Tuhan.

 Relevansi

  1. Gereja selalu diperhadapkan dengan pelbagai tantangan. Pengalaman Jemaat-jemaat GPIB bercerita tentang realitas tersebut. Tantangan dari luar dan juga dari dalam.
  2. Sama seperti Timotius, Kitapun dipanggil dan diutus oleh Kristus, Kepala Gereja untuk tidak berhenti melayani dan bersaksi di dunia, dimana Tuhan menempatkan kita walau di tengah tantangan.
  3. Ketiga kata kerja pada ayat 11 dan 12 harus menjadi aktifitas kehidupan sehari-hari kita (sebagai gereja/ orang percaya masa kini):
    1. “Menjauhi semua ini”
    2.  “Mengejar” keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan”
    3. “Bertanding dalam pertandingan iman yang benar”.
  4. Salah satu ciri kehidupan orang beriman adalah kaya dalam kebajikan untuk menjadi berkat di tengah keluarga dan masyarakat.
  5. Isi dari percakapan orang beriman adalah kebenaran tentang Tuhan dan selalu berusaha menghindari percakapan yang merusak kemuliaan Tuhan dan mendatangkan perpecahan dalam kehidupan anak-anak Tuhan.

 

Selamat Menjadi Pemenang Hidup Yang Benar