Pertanyaan mendasar bagi kita, bagaimana pemuda berperan di dalam pelayanan dalam realitas seperti itu?
PERANAN PEMUDA DI DALAM PELAYANAN
Untuk dapat melaksanakan peranannya di dalam pelayanan maka pemuda diharapkan:
- Memahami diri, berbenah diri dan mempersiapkan diri sebab pemuda adalah generasi penerus, kader gereja dan kader bangsa dalam identitasnya sebagai pemuda Gereja.
- Memahami realitas sosial kehidupan yang dihadapinya. Dalam hal ini pemuda harus memiliki visi. Visi yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk mengerti kehendak Allah dalam situasi konkret yang dihadapinya sehingga pemuda mampu melaksanakan misinya.
- Sebagai generasi penerus kader gereja dan kader bangsa, pemuda harus memahami tugasnya. Tugas pemuda adalah tugas warga gereja pada umumnya, secara khusus dalam kategori pemuda (Pelkat GP untuk pemuda GPIB). Tugas itu adalah melaksanakan panggilan dan pengutusan gereja yakni memberitakan Injil melalui koinonia (persekutuan), diakonia (pelayanan) dan marturia (kesaksian). Tri Dharma gereja ini merupakan tiga sisi dari pelaksanaan panggilan dan pengutusan gereja yang satu yakni memberitakan Injil.
Tugas inilah yang harus diwujudkan dalam pelayanan GP, Gereja dan Masyarakat. Pemuda dalam hal ini harus berperan:
- Mewujudkan, memelihara dan membina serta meningkatkan persekutuan GP. Persekutuan dalam pengertian koinonia adalah persekutuan GP (pribadi dengan Tuhan), GP dengan sesama GP itu berarti ada kesatuan, kekompakan dan keharmonisan. Dan persekutuan GP sebagai persekutuan dengan Tuhan.
- Memperhatikan sesama GP yang perlu mendapatkan bantuan pelayanan: sakit, pekerjaan, pergumulan dan berbagai masalah yang dihadapi.
- Menjadi saksi bagi rekan-rekan yang belum sungguh dalam Tuhan
- GP sebagai salah satu kategori memiliki peranan yang penting dalam jemaat. Pelkat GP adalah warga jemaat yang berada dalam salah satu kategori pelayanan. Sebagai salah satu unit misioner ia berperan membantu majelis jemaat dalam memikirkan penjabaran kebijakan pelayanan, perencanaan dan pelaksanaan pelayanan dalam kategorinya. Untuk itu perlu peningkatan kualitas pelayanan melalui penataan kelembagaan dan mekanisme tugas Pelkat. Kesiapan perangkat dan pelayan kategorial serta peningkatan pemahaman eklesiologi. Dengan demikian pemuda tetap dapat melaksanakan tugasnya secara gerejawi dan tidak menduniawi. Artinya tidak membawa pikiran-pikiran yang tidak gerejawi ke dalam gereja. Justru sebaliknya menjadi terang bagi dunia.
bersambung
